Sabtu, 28 Agustus 2010

Makanan Khas Pesisir Selatan Jawa Tengah

Inventarisasi Potensi Wisata Kuliner di Sekitar Karanggadung dan Karangrejo
1. Sate Ambal

Sate Ambal adalah makanan khas dari bagian Kabupaten Kebumen, terutama di daerah yang terletak di sepanjang pesisir selatan pulau Jawa. Selain banyak ditemui di Kecamatan Ambal, Sate Ambal juga bisa ditemui di sekitar Pantai Petanahan. Di sepanjang jalur selatan pulau Jawa, warung-warung yang menjual Sate Ambal bisa ditemui dengan mudah. Jika Anda berencana untuk mengunjungi Pantai Petanahan melewati jalur selatan, bisa dipastikan Anda akan melihat warung yang menjual Sate Ambal di pinggir jalan.
Sate Ambal lazimnya menggunakan daging ayam sebagai bahan utamanya. Hal yang paling unik dari Sate Ambal adalah bumbunya yang berbeda dengan sate-sate dari daerah lain. Selain dimakan bersama dengan sambal kecap, Sate Ambal juga dinikmati dengan sambal tempe kedelai yang memberinya rasa yang unik jika dibandingkan dengan sate-sate yang lain. Sebagaimana banyak masakan khas di tanah air, bumbu untuk sambal tempe Sate Ambal ini sangat beragam untuk memberikan rasa yang kuat. Sambal tempe kedelai ini dibuat dengan menggunakan tempe rebus, cabe, bawang, ketumbar, garam dan gula merah. Semua bahan tadi dihaluskan, lalu direbus bersama santan cair sampai mengental.
Selain mendapat rasa yang khas dari bumbu yang diracik untuk sambal tempe kedelai dan sambal kecapnya, Sate Ambal juga menjadi makanan berasa unik karena daging ayam yang disajikan, direndam seharian dengan bumbu perendam khusus sebelum dibakar. Bumbu perendam tersebut dibuat dari bawang merah, bawang putih, ketumbar, jintan, garam, gula merah, jahe dan kemiri. Dengan bumbu perendam demikian, Sate Ambal sudah memiliki rasa yang enak meskipun dimakan tanpa sambal tempe kedelai atau sambal kecap. Tidak seperti Sate Madura atau Sate Ponorogo yang disajikan bersama sambal bumbu, sambal kecap dan sambal tempe kedelai untuk Sate Ambal dihidangkan dalam 2 mangkok kecil yang terpisah agar pengunjung bisa mencicipi rasa daging ayam yang sudah direndam dengan bumbu tersendiri.
Sate Ambal biasa disajikan sebanyak 20-25 tusuk per porsi, dengan irisan-irisan daging ayam yang relatif lebih besar jika dibandingkan dengan sate-sate yang lain.



2. Soto Petanahan

Ada banyak macam soto yang menjadi makanan khas di berbagai daerah di Indonesia. Jika di Jakarta ada Soto Betawi dan di Makassar ada Coto Makassar, di daerah Petanahan kita bisa mencicipi Soto Petanahan. Warung-warung yang menjual Soto Petanahan bisa ditemui di daerah kota kecamatan Petanahan, tidak jauh dari Pantai Petanahan. Jika Anda mengunjungi Pantai Petanahan, jangan lupa untuk menyisihkan waktu untuk mencicipi Soto Petanahan, soto khas Petanahan yang berbeda dari soto-soto khas daerah lain.
Dilihat sepintas, tidak banyak yang membedakan Soto Petanahan dengan soto-soto khas daerah lain. Perbedaan yang paling mencolok adalah jika soto-soto di tempat lain dimakan dengan nasi, Soto Petanahan dimakan dengan lontong. Keunikan Soto Petanahan baru akan terasa apabila kita sudah mencicipinya. Bumbu utama dari Soto Petanahan adalah kuah kacang tanah, yang tidak bisa ditemui di soto-soto lainnya. Jika soto khas daerah lain pada umumnya menggunakan kubis sebagai tambahan di dalam kuah, kita tidak akan menemukan hal yang sama di dalam Soto Petanahan. Selebihnya, isi kuah Soto Petanahan relatif sama dengan soto lainnya. Ada suun, toge, suwiran ayam, daun bawang dan bawang goreng. Bagaimanapun juga, bumbu dalam kuah Soto Petanahan lebih kental, sehingga ia mempunyai rasa yang kuat dan khas.
Di samping suwiran-suwiran daging ayam di dalam kuah, biasanya disuguhkan juga ayam goreng yang utuh, untuk dimakan sebagai tambahan lauk. Dengan begitu, Anda tidak perlu khawatir kekurangan lauk untuk dimakan bersama kuah Soto Petanahan yang lezat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar